Posted in: Ekonomi

Kerusuhan Mei 1998 Dipicu Kondisi Ekonomi, Politik, dan Sosial

Pada saat Kerusuhan Mei 1998 dipicu kondisi ekonomi, politik, dan sosial saat itu .

Sebelum kerusuhan Mei meletus, Indonesia baru saja selesai menggelar Pemilu 1997 yang berujung pada diangkatnya kembali Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya.

Krisis moneter juga tengah melanda Indonesia saat itu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar di luar akal sehat, harga-harga kebutuhan pokok melonjak tajam, utang negara di IMF dan Bank Dunia menumpuk.

Pada 4 hingga 8 Mei 1998, pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga minyak 70 persen dan 300 persen untuk biaya listrik. Sementara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) semakin merajalela. Hal ini membuat rakyat Indonesia marah, dan mulai menggelar demonstrasi melawan dan menuntut pemerintah melakukan reformasi.

Pada 12 Mei 1998, mahasiswa dari sejumlah kampus yang berkumpul di Universitas Trisakti mendesak berdemonstrasi di luar kampus. Tapi hal ini ditanggapi dengan tembakan peluru aparat yang menyebabkan 4 mahasiswa Trisakti tewas.

Keesokan harinya kerusuhan besar pecah, terjadi penjarahan, perusakan, pembakaran, kekerasan seksual, penganiayaan, pembunuhan, penculikan, dan intimidasi yang berujung pada munculnya teror, sehingga pada 21 Mei 1998, Soeharto pun mengundurkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *